Kenapa Kucing Berkumis………???

Suatu hari di tengah kota yang padat akan polusi karena ulah manusia ada dua ekor kucing berkeliaran di dekat pasar. Dua ekor itu adalah seekor induk kucing dan anaknya. Sang anak senantiasa menemani sang induk ke sana kemari mencari makan. Sang kucing dan anaknya berkeliaran kesana kemari. Hingga akhirnya mereka bertemu sekelompok anjing di lorong-lorong gang kecil di tengah kota. Anjing musuh alami bagi kucing dan begitu pula sebaliknya. Saat sekelompok anjing menyerang anak kucing, induk kucing melawan sekuat tenaga hingga hampir terluka. Anak kucing lalu berteriak.
“Miawww…. jauhi ibuku…. “ anak kucing membela.
“Gukk.. Gukk….” gonggong sekelompok anjing di sana. Lalu pemimpin anjing itu mendekat ke anak kucing yang mu;ai gemetar ketakutan.
“Gukk… Hai, anak kucing… kau tak sadar membela ibumu?” Kata anjing itu menjulurkan lidahnya.
“Miaw… miaw… ia ibuku. Yang sayang padaku…” kata kucing semakin gemetar.
“Hai, anak kucing… Apa kau tak malu? Punya ibu seperti ia?” Tanya anjing itu.
“Apa yang harus ku malukan?” tanya kucing kecil menahan gemetarnya.
“Hei… perhatikan… ibumu memiliki kumis… ia betina tapi punya kumis… ibuku saja tidak punya kumis….. binatang lain pun yang betina tak memiliki kumis….” kata anjing itu.
“ibuku… berkumis? “ kata sang anak yang hanya terdiam. Sang induk lalu mendekati sang anak dengan terpongoh-pongoh. Sekelompok anjing itu lalu meninggalkan induk dan anak kucing itu. Mereka lalu pergi menuju desa di pinggir kota yang masih lumayan asri.
Di tengah perjalanan sang anak memikirkan kata-kata anjing tadi. Dengan ragu ia bertanya pada induknya.
“Ibu kenapa ibu punya kumis?”
“karena ibu kucing…”
“nanti saya juga akan berkumis. Tapi, saya jantan memang pantas berkumis..”
“ibu tidak tahu… ini pemberian Tuhan sayang… kita harus mensyukuri…”
“… saya bingung … kenapa binatang lain yang bertina tak memiliki kumis…”
“ibu juga tidak tahu…”
mereka melanjutkan perjalanan. Sang induk masih kelelahan dengan perjalanan itu tadi. Anak kucing masih tak terima dengan kenyataan itu. Ia benci berbeda dengan binatang lain. Saat malam, mereka tidur di bawah pohon. Dan sat terlelap, sang anak pergi melarikan diri mencari ibu baru yang tak berkumis. Di tengah perjalanannya ia bertemu bulan yang tersenyum melihatnya.
“ Bulan… Bulan… mau gak jadi ibu saya?”
“Owh tidak bisa. Kalau tertutup awan saya tidak kelihatan… tak bisa melindungimu dengan sinarku”
anak kucing pergi mencari awan. Lalu bertemulah ia dengan awan.
“Awan.. awan… mau gak jadi ibu saya?”
“Tidak bisa… kalau tertabrak gunung aku hancur…” kata awan yang diam lagi.
Anak kucing tidak menyerah. Kali ini di bertanya pada gunung.
“Gunung… gunung… mau jadi ibu saya?”
“Tidak bisa… kalau di injak sapi aku hancur….” kata gunung di selimuti awan.
Kucing kecil ini tidak menyerah ia mencari sapi di lereng gunung.
“Sapi… sapi…. mau jadi ibu saya gak?”
“Tidak bisa, kucing kecil. Kalau aku di ikat tali aku tak bisa menjagamu…” kata sapi itu.
Bertemulah kucing kecil dengan tali. Lalu tanpa menyerah ia bertanya kembali.
“Tali… maukah jadi ibu saya?”
“…. Tidak bisa,,,, kalau saya di gigit tikus… saya putuss….” kata tali tak terlalu menggapi itu .
Kucing kecil mencari tikus yang bersembunyi di gorong-gorong.
“Tikus… maukah anda menjadi ibu saya?”
“… Hai, anak kucing,,,, aku tak mungkin jadi ibumu…aku kan bisa mati di makan kucing” kata tikus ketus. Kucing kecil lalu pergi meninggalkan tikus yang tertawa. Kucing lalu berfikir. Di dalam benaknya, dari sekian banyak yang tak berkumis dan kuat dari ibunya. Ternyata, semua itu tak dapat menolong, melindungi, menyayangi dan memberi kasih sayang padanya. Ibunya lah yang paling hebat. Ia lalu mengejar ibunya di bawah pohon. Ibunya baru saja terbangun dan seketika melihat wajah anaknya yang ceria.
“Ibu… saya sayang ibu… ^^”
“ Ibu sayang kamu juga sayang… “


http://fiksi.kompasiana.com/prosa/2010/12/26/kenapa-kucing-berkumis/-12

0 Response to "Kenapa Kucing Berkumis………???"

Posting Komentar